Sep 25
Stumbleupon
Technorati
Delicious

selamat iedul fitri 1429 H

Puasa tidak lama lagi akan segera usai, lebaranpun akan segera tiba. Segeralah segala rutinitas hari raya itu dimulai. Pertama-tama tentunya mudik. Bagi yang kampung halamannya jauh, mudik memerlukan waktu yang tidak sedikit, tenaga yang banyak dan tentunya persediaan uang yang lumayan besar pula. Bagi yang kampung halamannya dekat mudik bisa dilakukan kapan saja, walaupun sudah mepet. Tapi maknanya tetaplah sama ingin melewati hari yang indah dengan ibadah yang penuh khidmat itu di tanah yang dicinta dengan orang-orang tercinta pula.
Kemaha-kuasaan Allah yang membuat semua keindahan pada hari lebaran terjadi. Pada hari itu, sepertinya wajah Allah sumringah melihat kebaikan menyelimuti seluruh permukaan bumi. Rezeki yang cukup dari sikap murah hati orang-orang yang berkecukupan, persaudaraan terjalin dan ampunan begitu mudahnya diberikan.
Lebaran telah membuat langkah yang berat menjadi ringan, jarak yang jauh menjadi dekat, hati yang terkunci menjadi terbuka, yang terlupakan menjadi teringat lagi, yang telah tiada termohonkan ampun untuknya, yang masih ada tersampaikan maaf padanya. Anak bersimpuh di pangkuan orang tua, dan orang tuapun merangkul semua anak keturunannya dengan bahagia yang penuh meluap-luap. Yang dekat menyentuh, yang jauh cukuplah dengan menyapa. Suami istri saling bermaafan, sepasang kekasihpun saling memaafkan, bocah-bocahpun saling memaafkan walaupun setelah itu berantem lagi.
Orang Jawa akan bilang: “Dhahar kupat kuahipun santen, manawi wonten lepat nyuwun pangapunten.” Orang Sunda mengucapkan: “Bilih kantos nyungkelit dina ati, teu genah dina manah, kasiku catur katajong omong, ku pribados mugi dihapunteun.” Yang dijawab dengan tidak kalah halusnya: “Hatur nuhun, sawangsulna, bilih kantos kasisit sebit kana ati, kapancah kalengkah ucap, kapancut kababuk catur, tawakupna kasuhun mugi jembar pangapunteun.” Semuanya mengandung arti bahwa sang pengucap menyampaikan dari dalam hatinya yang dalam permohonan maaf atas setiap khilaf, semua dosa, seluruh keliru yang pernah dilakukannya.
Ah, memang lebaran membuat lapang dada yang sesak, meneduhkan mata yang nanar, menyunggingkan senyum dibibir yang muram. Mendekatkan yang jauh, mengeratkan yang sudah dekat. Menyingkirkan kata-kata kasar dan mengantinya dengan ucapan-ucapan yang halus. Maaf yang begitu mudah diberikan walaupun tidak diminta. Menghapus walaupun hanya sementara perbedaan kelas dan derajat. Lebaran seperti kunci untuk pintu rejeki yang banyak. Orang-orang kaya menjadi dermawan dan orang-orang miskin tidak tahu dari mana sumbernya tiba-tiba saja bisa membeli pakaian baru dan makanan yang bergizi. Memang lebaran sesuatu yang luar biasa, wajarlah kalau adanya hanya setahun sekali.
Kepada seluruh mata yang kadang memperhatikan hiasan dan tulisan rumah ini, walaupun lebaran masih beberapa hari lagi, karena ada rasa takut tidak adanya kesempatan menyampaikan ucapan selamat dikarenakan sudah masuk liburan dan akan jarang menjenguk rumah ini lagi untuk sementara waktu, kami, bumi dan langit, juga menyampaikan ucapan selamat Iedul Fitri 1429 H Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Karena diantara pembaca pasti ada yang tersinggung, sedih atau terluka hatinya karena tulisan-tulisanku di rumah ini.
Sampai sini saja dulu semoga lebaran kali ini memberi juga banyak kedamaian dihati kita, amin. Sebelum lupa, yi, aa mohon maaf atas segala salah dan dosa padamu yang pasti saja ada. Mohon maaf lahir dan batin.


Author: Langit
Sep 24
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Lari Lex! ( Bagian 1)

Cerita bersambung gak nyambung ini aku persembahkan spesial buat kekasihku “sang langit” yang beberapa hari ini udah bikin lemes tiap pagi uhuhu.

rantaiAlex berjalan dengan mata lebam pagi itu, apalagi bagian mata sebelah kirinya terlihat agak semu hijau keungu unguan karena luka memar, seperti biasanya remaja keturunan Padang-Jawa ini berkelahi dengan anak anak sekolah seberang yang sudah menjadi musuhnya sejak kelas satu SMU, dan tentu saja seperti biasanya pertengkaran itu berbuah amarah kekesalan dari sang ayah malam tadi, dia dipukuli beberapa kali hingga merangung raung kesakitan. Pemandangan seperti ini sudah tidak aneh lagi bagi sebagian teman sekelasnya bahkan dengan teman sekolahnya yang lain.

“Lex ada apa lagi sih?”
“ya biasalah, berandalan itu selalu saja menggangguku”
“ah sudahlah Dri aku gak apa apa kok” Alex tersenyum kepada Andri sahabatnya yang berprilaku hampir 180 derajat dengannya.
“ya sudah kalo gitu nih makan dulu, pasti kamu belum sarapan kan?” Alex pun langsung menyambar gorengan tahu yang disodorkan Andri.
Dengan sedikit nyengir dia memakan semua gorengan renyah itu dengan tergesa gesa, walaupun pedih terasa di bibir karena ada bekas luka pukulan ayahnya yang belum kering.

Pagi itu tidak ada guru BP yang memanggil Alex, biasanya pagi antara jam tujuh atau delapanan pagi Alex secara rutin menyetorkan mukanya didepan meja BP, bertatapan muka langsung dengan pak Aub si singa tergalak seantero sekolah. Tapi rupanya auman sang singa tidak pernah digubris oleh Alex.

Sebenarnya Alex adalah anak yang baik, dia selalu menolong temannya yang lemah ketika diganggu oleh para pemeras atau pemalak ulung disekolah, atau bahkan yang berasal dari sekolah lainnya, namun anak berumur enam belas tahunan ini kurang kasih sayang dan perhatian, sejak kecil dia sama sekali tidak mengenal siapa itu “ibu” bagaimana lembutnya belaian tangan seorang ibu, SEKALIpun dia tidak pernah merasakan ASI sejak lahir, ibu Alex meninggal ketika memperjuangkan dia untuk lahir kedunia, sampai saat ini Alex hidup dengan ayahnya yang arogan, dia dibesarkan dalam lingkungan yang cukup sulit dan keras.
Sedangkan Andri, dia adalah seorang bocah peranakan India jawa, ibunya berasal dari new delhi India, sedangkan ayahnya asli keturunan Solo. Andri adalah anak yang kesepian, ayah dan ibunya bercerai semenjak ia menginjak umur delapan tahun, ibunya menyerahkan hak asuh Andi sepenuhnya kepada sang mantan suami, dan kembali ketanah airnya, dinegeri yang mendewakan binatang sapi itu.

“Alex, coba kamu kedepan!”
“hah? Apa pak?”
“eeh kamu tidak dengar ya apa kata bapak? Cepat maju kedepan”
“iya pak, saya maju kedepan, masa sih maju kebelakang” sambil menggerutu nyaris tanpa suara Alex pun maju mendekati papan tulis.
“kerjakan soal nomor empat!”
“ta ta tapi paaaak…..”
“apa? Pake tapi tapian segala?”
“hmmm saya lupa soalnya pak, boleh saya lihat buku catatan saya pak di meja?”
“aduh dasar kamu ini, yo wiss sana ambil! Sekalian sama buku tugas kalian semua, sini kumpulin” Pak Juska setengah berteriak, meminta bantuan Antin sang ketua kelas untuk mengumpulkan buku PR temen teman sekelasnya.
“hah ciloko dua belas aku, aku lupa ngerjain PRku” sambil berjalan kearah bangkunya yang berposisi paling belakang dia pun berceloteh dalam hati, sambil agak sedikit ketakutan juga, pasalnya dia bukan takut sama omelannya pak Juska saja, tapi dia lebih takut akan diberi surat peringatan kalau saja dia melakukan satu tindakan bodoh lagi disekolah, dan dia terpaksa mau tidak mau harus menyampaikan surat dari sekolah kepada ayahnya.
“stt sttt, Lex, tiba tiba terdengar suara seorang malaikat penolongnya berbisik, wajah Alex pun sedikit ceria, dia tersenyum lebar kearah Andri yang menduduki bangku bersebrangan dengannya”
Alex lalu membuka bukunya dengan cepat dia membaca buku tugas polos berwarna putih tersebut, lalu seketika wajahnya terlihat serius menghafal soal dan jawaban soal nomor empatnya.
“Alex, kamu lama sekali, dandan dulu ya? Cepet kedepan, kerjakan soal yang sudah bapak suruh!”
“iya paaaak!”.

Dan zttt zt ztttttttttttt, seketika hampir seperempat papan tulis putih itu penuh dengan tulisan Alex yang berukuran cukup besar tersebut.
“Ok, kamu boleh duduk!”

Fyuuuuh, akhirnya lolos juga hihi (bisiknya dalam hati bercampur kesal!).


Author: Bumi
Sep 11
Stumbleupon
Technorati
Delicious

pepete

Menjalani hitam putih itu membuatku mengerti
Arti hadir-Mu dalam setiap langkah-langkahku berarti

Melewati setiap detik waktuku bersama takdirmu
Membuatku mengerti hanyalah pada-Mu ku kembali

Ku bersujud kepada-Mu memohon ampunan-Mu
Adakah jalan untukku tuk kembali pada-Mu

Akulah para pencari-Mu ya Allah
Akulah yang merindukan-Mu ya Rabbi
Tunjukkan ku jalan yang lurus
Tempat kutambatkan langkahku

Akulah para pencari-Mu
Akulah yang merindukan-Mu ya Rabbi
Hanya di jalan-Mu ya Allah
Tempatku pasrahkan hidupku

Ku bersujud kepada-Mu memohon ampunan-Mu
Adakah jalan untukku tuk kembali pada-Mu

Akulah para pencari-Mu ya Allah
Akulah yang merindukan-Mu ya Rabbi
Tunjukkan ku jalan yang lurus
Tempat kutambatkan langkahku

Akulah para pencari-Mu
Akulah yang merindukan-Mu ya Rabbi
Hanya di jalan-Mu ya Allah
Tempatku pasrahkan hidupku


Author: Langit